Lingkungan

Apa itu Turbulensi dan apakah berbahaya?

Pilot berusaha semaksimal mungkin untuk menghindarinya, namun turbulensi bisa saja terjadi secara tiba-tiba.

apa itu turbulensi

Apa itu turbulensi?

Turbulensi adalah perubahan aliran udara secara tiba-tiba dan tidak teratur yang disebabkan oleh pusaran udara yang dikenal sebagai pusaran dan arus vertikal. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal seperti badai petir, awan cumulonimbus yang tebal, dan bahkan udara di sekitar pegunungan.

Mengalami hal ini di dalam pesawat dapat menyebabkan ketinggian pesawat turun secara tiba-tiba, seperti mobil yang menukik ke bawah ketika menabrak jalan berlubang. Mirip dengan situasi tersebut, di dalam pesawat dapat terasa bergelombang yang intensitasnya bergantung pada tingkat keparahan.

Dalam banyak kasus guncangan tersebut tidak terlalu parah dan pilot sudah mempunyai protokol untuk mencoba menghindarinya jika memungkinkan. Hal ini termasuk terbang di ketinggian tertentu, menggunakan laporan cuaca terkini, prakiraan cuaca, dan radar dalam penerbangan untuk menentukan area mana yang mungkin terjadi turbulensi. Untuk menghindari badai, melihat ke luar jendela di bagian depan pesawat.

Namun ada satu jenis turbulensi yang tidak muncul di radar cuaca yaitu turbulensi udara jernih (CAT). Sering ditemukan di aliran jet di mana udara dingin dan panas bertabrakan, terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan visual.

Apakah turbulensi berbahaya?

Banyak maskapai penerbangan membuat pengumuman sebelum lepas landas yang merekomendasikan penumpang untuk selalu mengenakan sabuk pengaman. Alasannya adalah karena ketika sebuah pesawat jatuh saat turbulensi, gaya tarik gravitasi terhadap benda lain lebih kecil dibandingkan efek gerakan vertikal yang tiba-tiba tersebut.

Artinya jika tidak mengenakan sabuk pengaman, kalian akan menjadi proyektil, akan menjadi ketapel, akan terangkat dari tempat duduk. Hal ini dapat menyebabkan orang lain terluka di sekitar mereka. Meskipun hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang serius, kematian dan cedera akibat kejadian ini sangat jarang terjadi.

Apakah turbulensi semakin sering terjadi?

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa CAT kemungkinan akan menjadi lebih sering terjadi akibat perubahan iklim, dan sebuah penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan tersebut sudah mulai terjadi. Sebuah tim dari University of Reading, termasuk Paul Williams, menganalisis tren CAT di seluruh dunia selama 40 tahun.

Dalam studi tersebut mereka menemukan bahwa pada tahun 2020, CAT parah di Atlantik Utara telah meningkat sebesar 55 persen sejak tahun 1979. Para penulis menyimpulkan hal ini konsisten dengan dampak perubahan iklim terhadap aliran jet. Hal ini berarti akan semakin sering terjadi di masa depan.

Dalam hal ini mungkin yang terbaik adalah memasang sabuk pengaman saat berada di pesawat.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *