Hiburan

Kenapa Sinterklas identik dengan warna merah dan putih?

Ini adalah kisah yang dijalin dari sejarah, puisi, seni, dan bahkan sedikit keajaiban pemasaran. Sinterklas alias Bapak Natal, lelaki tua periang berbaju merah identik dengan Natal.

sinterklas merah putih

Gambarannya menghiasi segalanya mulai dari mug hingga film dengan perutnya yang buncit. Namun pernahkah kalian bertanya mengapa Sinterklas memiliki skema warna yang begitu khas yaitu putih dan merah? Mari kita kupas dan melihat apa yang kita temukan.

Identik dengan warna merah suci

Kisah kami dimulai dengan Santo Nikolas, seorang uskup abad ke-4 yang terkenal karena kemurahan hatinya. Meskipun tidak ada bukti nyata, beberapa orang percaya bahwa jubah merahnya yang merupakan simbol otoritasnya mungkin memengaruhi pakaian Santa.

Inspirasi dari puisi

Maju cepat ke tahun 1823 ketika Clement Clarke Moore menulis puisi abadi, kunjungan pengunjung misterius yang mengenakan setelan dengan beludru merah tua. Deskripsi yang jelas ini dianggap sebagai kekuatan utama dalam memperkuat asosiasi merah pada Santa.

Dari hitam putih menjadi merah putih

sinterklas dulu

Sebelum abad ke-19, pakaian Santa tidak selalu berwarna merah. Penggambarannya berkisar dari biru dan hijau hingga hitam dan putih. Namun kemudian muncullah ilustrator Thomas Nast.

Pada akhir tahun 1800-an, ilustrasi Santa karya Nast untuk Harper’s Weekly merevolusi penampilan karakter tersebut. Dia memberi Santa perut yang indah, binar di matanya, dan yang paling penting adalah setelan merah cerah dengan hiasan bulu putih. Gambar-gambar ikonik ini membantu membentuk Sinterklas modern yang kita kenal saat ini.

Coca-Cola

Tapi mungkin alasan paling terkenal dari Santa berwarna merah dan putih adalah karena Coca-Cola. Pada tahun 1930-an, raksasa minuman tersebut menugaskan seniman Haddon Sundblom untuk membuat Santa untuk kampanye iklan mereka. Sundblom yang sangat dipengaruhi oleh karya Nast semakin mengukuhkan setelan merah putih sebagai seragam resmi Santa.

Lebih dari sekedar warna

Namun merah dan putih bukan sekadar warna. Mereka juga memiliki makna simbolis. Merah diasosiasikan dengan kegembiraan, kehangatan, dan kemurahan hati yang cocok untuk semangat pemberi Santa. Putih melambangkan kemurnian, kepolosan, dan salju musim dingin yang menambah keajaiban Natal.

Jadi lain kali jika melihat Santa mengenakan setelan merah dan putihnya, ingatlah bahwa itu adalah kisah yang dirangkai dari sejarah, puisi, seni, dan bahkan sedikit keajaiban pemasaran. Ini adalah pengingat bahwa Natal adalah waktu untuk memberi, bersukacita, dan, tentu saja, sedikit keajaiban.

Fakta bonus

Tahukah kalian bahwa di beberapa belahan dunia Sinterklas memakai warna berbeda? Di Brasil, mengenakan pakaian hijau dan kuning, sedangkan di Belanda menggunakan jubah ungu uskup. Apa pun warnanya, pesan cinta dan keceriaan Sinterklas tetap sama.

Jadi pada Natal kali ini luangkan waktu sejenak untuk mengapresiasi kisah menarik di balik setelan merah putih ikoniknya. Ini adalah kisah yang mengingatkan kita bahwa keajaiban Natal hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *