Militer

Sukhoi Su-27 jet tempur tercanggih yang dimiliki Uni Soviet

Pada awal tahun 1950-an ketika ketegangan global meningkat, Amerika Serikat mulai memperkuat persenjataan dan kendaraan militernya. Era ini menjadi saksi lahirnya di antara banyak senjata seperti AIM-4F Super Falcon dan Air-2A Genie Rocket yang keduanya dikembangkan untuk penggunaan udara-ke-udara.

pesawat sukhoi su 27

Setelah Perang Dunia II, jelas terlihat bahwa angkatan udara yang kuat merupakan senjata yang sangat berharga dan krusial. Ketika Perang Dingin dimulai, pesawat harus bersiap menghadapi apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, di sinilah pesawat tempur bermesin jet menyaksikan inovasi teknologi paling banyak yang mengarah ke angkatan udara modern yang ada saat ini.

Mungkin di dalam pesawat kita akan melihat lompatan teknologi paling menakjubkan yang pernah dilakukan umat manusia. Yang terpenting pada jet tempur yang mendobrak batasan dalam hal seberapa jauh, seberapa cepat, dan seberapa tinggi pesawat dapat terbang. Sukhoi Su-27 yang dikembangkan oleh Uni Soviet hanyalah salah satu model jet tempur unik yang mampu mencapai prestasi luar biasa.

Pesawat Su-27 memiliki sejarah yang panjang dan terus dikerahkan hingga saat ini. Mari kita lihat apa sebenarnya kemampuannya, kapan diciptakan, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan bagi pesawat tempur tangguh ini.

Pengembangan jet tempur Soviet

Perang Dingin adalah masa ketika manuver dan kecepatan respons merupakan hal yang sangat penting. Periode waktu antara tahun 1950an dan awal 1990an mendorong militerisasi di seluruh dunia sebagai metode untuk memastikan bahwa teknologi militer tidak perlu digunakan. Negara-negara memastikan bahwa teknologi mereka lebih dari sekedar teknologi yang dimiliki negara lain yang dianggap sebagai ancaman potensial.

F-15A Amerika Serikat yang memulai debutnya pada awal tahun 1970an, merupakan ancaman potensial bagi Uni Soviet. Yang terakhir ini memerlukan jet tempur bintang tersendiri yang merupakan awal mula proyek Su-27 dimulai pada tahun 1969.

Menggulingkan pesawat Eagle merupakan tantangan yang berat, dan proyek Su-27 bukanlah perjalanan yang mulus. Baru pada tahun 1985 ia mulai beroperasi. Setelah memulai kembali pengembangan pada tahun 1977, semua kerja keras menjadi lebih berharga karena pesawat yang dihasilkan benar-benar merupakan pembangkit tenaga listrik.

Su-27 yang kita kenal sekarang adalah pesawat tempur yang dengan cekatan menyeimbangkan daya tembak dan keserbagunaan dengan kemampuan manuver dan kecepatan. Sebuah paket tangguh yang terangkum secara sempurna dalam sebutan Flanker.

Teknologi apa yang dimiliki Su-27

teknologi pesawat sukhoi su 27

Secara ofensif, pesawat ini memiliki persenjataan yang luas dan beragam. Mulai dari bom cluster RBK hingga senjata GSh-301 dan rudal R-73E. Pesawat ini dapat beradaptasi dan menyerang berbagai sasaran.

Di antara jet tempur tercepat di dunia, Su-27 tentunya juga memiliki kecepatan yang diperlukan untuk mendapatkan posisi optimal dalam menggunakan persenjataannya. Su-27 mampu mencapai kecepatan 2.280 kilometer per jam dan memiliki jangkauan 3.680 km.

Seiring berlalunya waktu, Su-27 semakin ditingkatkan dan ditingkatkan. Su-27SM Angkatan Udara Rusia diperkenalkan pada tahun 2003 dan telah dimodifikasi dengan peningkatan radar dan fungsionalitas sistem umum, bersama dengan perlengkapan persenjataan tambahan. Antonov dari Ukraina memodifikasi armada Su-27 negara tersebut dengan peningkatan instrumen serupa dan menamakannya versi ini Su-27M1.

Di Rusia yang merupakan penyandang salah satu negara dengan pesawat militer terbanyak, penerapan Su-35 sebagai pengganti model lama dimulai pada tahun 2014. Namun tidak ada kepastian apakah Su-27 akan dihapuskan atau tidak. Flanker tetap menjadi senjata yang ampuh dan tidak dapat diprediksi sesuai dengan nama kodenya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *